Perbedaan GL Pro dan GL Max, lebih bagus mana

Lebih bagus GL Pro atau GL Max

Honda GL Pro dan Honda GL Max adalah motor legendaris dari Astra Honda Motor yang sangat populer di Indonesia sejak era 80-an hingga awal 2000-an.

Perbedaan utama antara Honda GL Pro dan Honda GL Max terletak pada kapasitas mesinnya. GL Pro mengusung mesin 145 cc hingga 160 cc, sedangkan GL Max menggunakan mesin 125 cc.

Bagi kita yang ingin bernostalgia atau merestorasi motor klasik Honda, memahami perbedaan spesifikasi, tenaga, dan konsumsi BBM dari motor sport Honda ini sangat penting sebelum membeli.

Mari kita telusuri lebih dalam sejarah, teknologi, serta perbandingan spesifikasi lengkap dari motor lawas yang sering menjadi bahan modifikasi aliran GL Herex ini.

Silsilah, Tahun Keluaran, dan Teknologi Honda GL Series

Perjalanan Honda GL Series di Indonesia terbagi ke dalam beberapa generasi penting yang dicari oleh para kolektor motor antik.

Honda GL Pro hadir melalui tiga fase utama, yakni GL Pro White Engine (1985–1991) berkapasitas 145 cc dengan blok mesin warna silver, lalu GL Pro Black Engine (1992–1994) yang dianggap paling built-up, serta ditutup oleh generasi paling bertenaga yaitu GL Pro Neo Tech (1995–1999) dengan kubikasi 156,7 cc atau sering disebut mesin 160 cc.

Sementara itu, Honda GL Max memiliki sejarah lebih panjang yang dimulai pada awal tahun 1980-an menggunakan sistem pengapian platina.

Memasuki pertengahan 80-an, Honda merilis GL Max CDI White Engine, disusul GL Max Black Engine (1987–1994) yang sangat merajai jalanan perkotaan.

Generasi terakhir lini ini adalah Honda GL Max Neotech yang diproduksi hingga tahun 2005 sebelum akhirnya lini produksi motor sport legendaris ini resmi disuntik mati oleh pabrikan asal Jepang tersebut.

Dari sisi teknologi, seluruh keluarga Honda GL Series mengandalkan mesin 4-tak (4-stroke) SOHC dengan sistem pendingin udara (air-cooled).

Transmisi manual 5-percepatan diaplikasikan untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang.

Pengapian awalnya masih memakai platina, namun kemudian beralih total ke sistem CDI DC yang memanfaatkan arus dari aki agar pembakaran bahan bakar bensin menjadi jauh lebih stabil dan efisien.

Beda Motor GL Pro vs GL Max

Untuk melihat sejauh mana performa kedua motor ini, kita perlu membedah jeroan mesinnya satu per satu berdasarkan sudut pandang kebaruan teknis:

1. Kapasitas Mesin

Perbedaan paling mendasar tentu ada pada kubikasi silinder.

Honda GL Pro dibekali mesin berkapasitas 144,7 cc pada seri awal dan meningkat hingga 156,7 cc pada varian Neotech.

Sebaliknya, Honda GL Max dibatasi pada kapasitas mesin 124,1 cc hingga 125 cc.

2. Tenaga Maksimum (Horsepower)

Urusan tenaga tentu dimenangkan oleh sang kakak. Honda GL Pro Neotech mampu memuntahkan tenaga maksimum hingga sekitar 14,7 hp pada putaran 8.500 rpm.

Di sisi lain, Honda GL Max hanya mampu menghasilkan tenaga sekitar 12 hp pada 9.000 rpm.

Tenaga ekstra pada GL Pro sangat terasa saat kita melaju di jalur luar kota atau menanjak dengan membawa beban berat.

3. Torsi Maksimum

Torsi puncak juga menjadi pembeda yang signifikan. GL Pro mencatat torsi sekitar 1,3 kgf·m pada 6.500 rpm, sedangkan GL Max berada di angka sekitar 1,05 kgf·m pada 7.000 rpm.

Torsi bawah yang lebih besar pada GL Pro membuatnya sangat digemari anak muda untuk gaya modifikasi motor tracker atau Japstyle yang membutuhkan tarikan awal yang responsif.

4. Rasio Kompresi

Meskipun sama-sama meminum bahan bakar bensin, rasio kompresi keduanya sedikit berbeda.

Honda GL Max Neotech memiliki rasio kompresi 9,2:1, sedikit lebih tinggi dibanding GL Pro Neotech yang berada di angka 9,0:1.

Angka kompresi ini tergolong aman untuk meminum bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite yang banyak dijual di SPBU saat ini.

5. Bore x Stroke (Diameter x Langkah Piston)

Secara teknis, arsitektur mesin keduanya sangat menarik.

GL Pro Neotech mengusung ukuran bore x stroke 63,5 × 49,5 mm (karakter overbore), sedangkan GL Max menggunakan ukuran 56,5 × 49,5 mm.

Perbedaan rasio langkah piston ini membuktikan bahwa insinyur Honda merancang GL Pro untuk putaran atas yang lebih bertenaga, sementara GL Max lebih mengutamakan efisiensi bahan bakar di putaran bawah.

Kesimpulan

Berdasarkan komparasi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa Honda GL Pro sangat cocok bagi pengendara yang mendambakan tenaga besar, tarikan responsif, dan ketangguhan di jalur touring.

Sementara itu, Honda GL Max menjadi pilihan rasional bagi kita yang mengutamakan efisiensi konsumsi BBM, kelincahan berkendara di perkotaan, serta kenyamanan mobilitas harian berkat bobot motor yang lebih ringan (sekitar 102 kg) dan dimensi yang lebih ringkas.

Q&A

Apakah motor GL Max boros?

Tidak, motor ini dikenal sangat irit di kelasnya karena kapasitas mesin yang hanya 125 cc dan suplai bahan bakar dari karburator yang relatif sederhana jika disetel dengan benar.

Berapa KM per liter GL Max?

Dalam kondisi mesin sehat dan standar, konsumsi bahan bakar bensin Honda GL Max bisa mencapai kisaran 35 hingga 45 kilometer per liter untuk penggunaan harian di dalam kota.

Apakah mesin GL Pro boros?

Relatif lebih boros jika dibandingkan GL Max karena kubikasi mesinnya lebih besar (145-160 cc), namun konsumsinya masih tergolong wajar untuk ukuran motor sport lawas 4-tak.

Berapa CC mesin GL Max?

Kapasitas silinder murni mesin Honda GL Max adalah sekitar 124,1 cc hingga 125 cc, berada di bawah kelas GL Pro dan setara dengan Honda GL 100 yang di-upgrade.

GL Max keluaran terakhir tahun berapa?

Generasi terakhir Honda GL Max di Indonesia diproduksi hingga tahun 2005 sebelum akhirnya lini produksi seri GL dihentikan oleh PT Astra Honda Motor.

Berapa top speed GL Max?

Kecepatan maksimum (top speed) standar pabrikan untuk Honda GL Max biasanya mampu menyentuh angka 100 hingga 110 km/jam tergantung kondisi jalan dan bobot pengendara.